Pingin tau Jaringan Komputer



Digital Enhanced Cordless Telecomunication

Kali ini saya akan membahas mengenai arsitektur sistem seluler generasi kedua. Karena ada banyak pembahasan mengenai sistemnya, untuk itu, sebagai permulaan saya akan membahas mengenai Sistem DECT atau Digital Enhanced Cordless Telecomunication.

DECT merupakan suatu standar teknologi akses radio yang dikembangkan dengan tujuan untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat menyediakan akses kedalam bergbagai jaringan telekomunikasi. standar tersebut adalah standar antarmuka udara yang menunjang interoperabilitas antar perangkat dari berbagai pabrik. DECT merupakan teknolodi akses radio yang umum digunakan untuk telekomunikasi dengan jarak atau daerah cakupan yang pendek antara 10 m sampai 5 km dengan kapasitas yang tinggi tergantung dari aplikasi, konfigurasi dan lingkungannya. DECT dapat diadaptasi untuk berbagai cordless seperti komunikasi bergerak terbatas, WLL, Cordless PBX dan lain lain. Sistem DECT dapat diimplementasikan dari sistem dengan single cell multi user hingga multi cell multi user.

Sebagai single cell multi user yaitu aplikasi untuk daerah residensial, sedangkan multi cell multi user aplikasinya untuk bisnis, public, dan local loop. Standar DECT ditetapkan oleh ETSI, yakni suatu badan standar telekomunikasi Eropa yang juga menetapkan standar ISDN di EROPA. Standar ini memiliki beberapa kelebihan baik di pihak operator maupun di pihak end user, antara lain dapat dengan mudah untuk diperluas sesuai dengan bertambahnya jumlah user, tidak memerlukan perencanaan frekuensi, maupun melayani daerah dengan kepadatan tinggi, sekitar 10000 user per km persegi, teknologi alternatif yang ekonomis untuk installasi pada jaringan local loop, mobilitas panggilan dimana user dapat bergerak pada coverage area dan dapat mengadakan atau menerima panggilan, proteksi terhadap penggunaan ilegal (terdapat DECT memiliki spesifikasi seperti di bawah ini :

Frekuensi :  1880 – 1900 Mhz
Jumlah frekuensi pembawa :  10
lebar pita perkanal RF :  1,728 Mhz
Modulasi :  GFSK
Metode akses :  MC-TDMA, 12 duplex slot/ frame
Panjang frame :  10 milisec
Pengkodean suara :  32 kbps ADPCM
Basic duplexing : TDD (Time Division Duplex) dengan 2 slot pada RF carrier yang sama.
Laju bit Total : 1152 kbps
Laju bit per kanal bicara : 32 kbps B-field (trafik)
6,4 kbps A-field (control/ signalling)
Daya pancar maksimum : 250 mWatt

Untuk layanan suara DECT menggunakan teknik pengkodean ADPCM atau Adaption Differential Pulse Code modulation dengan laju 32 kbps. ADPCM mampu menekan laju bit transmisi menjadi setengah dari laju bit transmisi sistem PCM dengan memodulasi selisih antara dua sinyal sample sinyal PCM, dengan jumlah bit yang lebih sedikit. Untuk layanan data seperti ISDN sistem DECT akan berperan sebagai stasiun relay yang meneruskan informasi dari perangkat pelanggan ke sentral lokal dengan laju bit transmisi yang beragam.

DECT RLL merupakan keseluruhan segmen dari jaringan PTO (Public Telecommunication Operator) antara sentral lokal dengan NTP (Network Termination Point) disisi pelanggan yang memberikan layanan dengan menggunakan media radio dengan standar DECT sebagai interface udaranya.

Secara logika, setiap sistem DECT dibangun dengan dua komponen, Fixed Part (FP) dan Portable Part (PT). Fixed Part terdiri dari satu atau lebih Radio Fixed Part (RFP), Controller, dan perangkat pendukung lainnya. Portable Part (PP) adalah pelanggan yang dapat  berbentuk terminal / handset DECT atau sebuah Cordless Terminal Adapter (CTA) yang disambungkan dengan terminal non-DECT.

Salah satu ciri khas sistem DECT adalah tidak adanya bagian dari sistem yang menjalankanfungsi-fungsi switching. Fungsi-fungsi switching, routing serta charging dan billing dilakukan oleh sentral lokal atau atau Local Exchane. Standar DECT memungkinkan antarmuka udara diakses oleh berbagai perangkat dari manufaktur berbeda.

Berikut ini merupakan fungsi dari masing-masing perangkat pada gambar diatas :

– Local Exchange (LE) menjalankan fungsi-fungsi switching, routing serta mengelola data-data pelanggan termasuk didalamnya charging  dan billing.

– Controller selain berfungsi mengendalikan RFP, juga berfungsi sebagai penghubung antara Jarlokar dengan LE dan sebagai antarmuka dengan terminal OA&M.

– Radio Fixed Part berfungsi sebagai base station. RFP memiliki kemampuan untuk menerima dan memancarkan sinyal informasi dan signalling dari dan ke CTA di samping mempertahankan hubungan radio.

Cordless Terminal Adapter memiliki kemampuan untuk mengakses antarmuka udara DECT dan dapat mendukung layanan ISDN.

Interface pada DECT :

– Interface antara LE dengan FP (I/F1) menghubungkan jaringan akses DECT dengan jaringan telepon public (PSTN). Interface ini digunakan untuk membawa informasi antara controller dengan LE berdasarkan layanan yang diakses oleh pengguna RLL. Interface yang digunakan pada  I/F1 yaitu dapat  berupa saluran analog atau saluran digital 2 Mbps misalnya V.5.1 atau V.5.2

– Radio Interface (I/F3), interface udara yang digunakan untuk menghubungkan CTA dengan FP dengan FP menggunakan standar DCET, dan disinilah dapat ditunjukkan karakteristik utama lapisan fisik dari sistem DECT. Interface ini digunakan untuk membawa informasi yang berhubungan dengan call controll, managemen radio resource, managemen mobilitas, pesan OA&M.

Interface antara CTA dengan terminal (I/F4) digunakan untuk membawa informasi sehingga dapat diakses sesuai dengan layanan yang digunakan. Menggunakan saluran analog saluran analog 2 kawat pada frekuensi suara (voice).

Interface OA&M, digunakan untuk membawa informasi yang berhubungan dengan konfigurasi, unjuk kerja, dan manajemen sistem RLL. Untuk menghubungkan OA&M dengan FP menggunakan koneksi TCP/IP dengan V.24.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: